05 Juni 2009

Yesus pun ada untuk mereka yang belum mengenalnya

Cerita ini mengenai sepasang orang tua atheis yang memiliki seorang anak perempuan berumur enam tahun. Pada suatu malam, sudah lewat tengah malam, gadis kecil itu sudah tidur. Ayahnya duduk di sofa dengan beberapa botol minuman keras di meja di hadapannya. Asap rokok memenuhi ruangan itu. Matanya merah nyalang memandang ke pintu. Terdengar derum mobil berhenti di depan. Tak lama kemudian pintu terbuka dan ibu anak itu masuk. Tanpa sekejappun memandang suaminya ia berjalan masuk ke kamarnya. Suaminya segera bangkit mengikuti. Terjadi pertengkaran keras antara suami isteri itu. Memang mereka telah kerap bertengkar, tetapi pertengkaran malam itu sedemikian hebatnya hingga gadis kecil itu terbangun. Ia berjalan keluar dan masuk ke kamar orang tuanya. Dan yang dilihatnya sungguh mengerikan. Ayahnya memegang sebuah pistol dan tiga kali ia menembak ibunya. Ibunya terkapar di tempat tidur dan darah membasahi sprei tempat tidur itu. Lalu ayahnya menempelkan laras pistolnya di kepalanya sendiri dan, ... daarr.. ia pun terkapar di lantai. Semua itu terjadi di depan mata anaknya.

Salah seorang tetangga membawa anak yang telah yatim piatu itu ke suatu panti asuhan Kristen. Ia berkata pada pengurus panti asuhan itu memberitahukan bahwa karena anak itu dibesarkan di keluarga atheis, maka ia belum pernah mendengar nama Yesus. Pengurus panti asuhan berjanji akan memperhatikan hal itu.

Dalam salah satu pelajaran di kelas, salah seorang guru memperlihatkan gambar Yesus dan bertanya, “Siapakah di antara kalian yang kenal orang ini?” Anak kecil itu segera mengacungkan tangannya dan berkata, “Saya tahu! Dialah yang menggandeng aku ketika kedua orangtuaku mati.”